ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN PERSALINAN SELAMA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN

Mudyawati Kamaruddin* -  Pascasarjana Ilmu Laboratory Medik Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia
Andi Reski Sulpianti -  Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
Haerani Haerani -  Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
Erniawati Erniawati -  Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
Jusni Jusni -  Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
Artita Artita -  Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
Asviratul Annatasia -  Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia
Nurhidayat Triananinsi -  Program Studi Kebidanan, Universitas Mega Rezky, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, Indonesia

Supp. File(s): common.other

Background: Since the Coronavirus disease 2019 (COVID-19) attacked and became an epidemic in practically the whole globe till today, the government has imposed several limitations on almost all regular services, including maternity and newborn health care. This limitation is strictly enforced at the hospital, Community Health Center, and clinic levels. As a result, maternity and newborn health care are among those impacted, in terms of both access and provision.

Purpose: The aim of this study was to explain how delivery services were implemented during the CoViD-19 pandemic.

Methods: This research examines maternity care at Hospital of Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng during the CoViD-19 pandemic. The study began with interviews with four midwives to gain an overview of delivery service implementation, followed by data collecting from women who gave birth at the RSUD with the following inclusive criteria: mothers who gave birth at the RSUD between March 2020 and April 2021 and have got delivery services. Meanwhile, moms who gave birth outside of the required timeline while receiving delivery services at the RSUD were excluded from the study. Test sheets, questionnaires, and tape recorders were utilized as research instruments. The analysis was carried out using a systems approach theory.

Results: Some factors are apparent in the analysis of the execution of delivery services during the CoViD-19 pandemic. The characteristics of respondents in reproductive age account for 75% of input parameters, while multipara accounts for 25%. Midwives provided delivery services to expectant mothers in order to help them cope with the postpartum period. While the output includes analysis results of maternity mothers' knowledge: 55% have sufficient information, 40% have high knowledge, and 5% have little understanding. During the CoViD-19 pandemic, the attitude of maternity mothers toward delivery services was 27 percent positive, and 80 percent were still regarded sufficient.

Conclusion Good knowledge is supported by a positive attitude towards service changes shown by maternity mothers, and that the community already understands the situation of the CoViD-19 pandemic, understands the consequences and effects of not complying with regulations related to the CoViD-19 pandemic.Suggestion It is hoped that further research can be in the form of a follow-up to the analysis of health services in hospitals both in the city and at the regional level which refers to health protocols in the post-CoViD-19 pandemic.

 

Keyword: CoViD-19 Pandemic, Pregnant Mothers, Knowledge, Attitude, Delivery Services

 

ABSTRAK

 

Latar Belakang: Sejak Coronavirus disease 2019 (CoViD-19) menyerang dan menjadi wabah di hampir seluruh dunia hingga saat ini, banyak pembatasan  yang dilakukan oleh pemerintah hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Pembatasan ini diberlakukan baik di pelayanan kesehatan tingkat  Rumah sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat maupun tingkat klinik. Akibatnya, pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir menjadi salah satu layanan yang terkena dampak, baik dari segi akses maupun pelayanan.

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan persalinan selama masa pandemi CoViD-l9.

Metode: Penelitian ini merupakan analisis terhadap pelayanan ibu bersalin selama pandemi CoViD-19 di RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Penelitian diawali dengan wawancara dengan empat bidan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pelayanan persalinan, dilanjutkan dengan pendataan ibu-ibu yang melahirkan di RSUD tersebut dengan kriteria inklusif sebagai berikut ibu bersalin di bulan Maret 2020 sampai dengan April 2021 dan mendapatkan pelayanan persalinan di RSUD. Sedangkan, ibu bersalin yang diluar rentang waktu ditentukan walaupun mendapatkan pelayanan persalinan di RSUD itu tidak dimasukan dalam sampel.  Alat penelitian yang digunakan berupa lembar tes, kuesioner dan tape recorder. Analisis dilakukan dengan teori pendekatan sistem.

Hasil: Analisis pelaksanaan pelayanan persalinan selama masa pandemi CoViD-19 dilihat dari faktor input yaitu karakteristik responden dalam usia subur 75% responden dan 25% multipara. Proses: dilakukan pelayanan persalinan oleh bidan untuk membimbing ibu hamil dalam menghadapi persalinan dan masa nifas. Sedangkan output: hasil analisis pengetahuan dan sikap ibu bersalin. Terdapat 55% berpengetahuan cukup, 40% berpengetahuan baik, dan 5% berpengetahuan kurang. Adapun sikap ibu bersalin yang ditunjukan terhadap pelayanan persalinan selama  pandemi CoViD-19 yang bersikap baik terhadap pelayanan persalinan rumah sakit adalah  27%, dan yang tergolong cukup berpengetahuan adalah 80%.

Kesimpulan Pengetahuan yang baik didukung dengan sikap yang positif terhadap perubahan-perubahan pelayanan ditunjukan oleh ibu bersalin, dan bahwa masyarakat sudah paham atas situasi pandemi CoViD-19, paham akan akibat dan efek yang ditimbulkan jika tidak menaati regulasi terkait pandemic CoViD-19.

Saran Diharapkan penelitian selanjutnya dapat berupa penindaklanjutan analisis pelayanan kesehatan di Rumah Sakit baik di kota maupun di tingkat daerah yang beracuan pada protokol kesehatan pada masa setelah pandemi CoViD-19.

 

Keyword: Covid-19 Pandemic, Pregnant Mothers, Knowledge, Attitude, Delivery Services

 

Supplement Files

Keywords : Pandemi CoViD-19, Ibu bersalin, Pengetahuan,Sikap, Pelayanan Persalinan

  1. Damopolii, T. A. J., Kundre, R., & Bataha, Y. (2015). Hubungan Standar Pelayanan Antenatal Care Dan Kebijakan Program Pelayanan Antenatal Care Dengan Pengetahuan Antenatal Care Terintegrasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gogagoman Kota Kotamobagu. Jurnal Keperawatan, 3(2).
  2. Erniawati, & Kamaruddin, M. (2020). Asuhan Kebidanan Pasca Salin (1st ed.). Manggu Makmur Tanjung Lestari.
  3. Jusni, Mariana, R., Misriyani, Erniawati, Handayani, I., Nurhayani, Triananinsi, N. Kamaruddin, M. (2020). Deskripsi Pengetahuan dan Sikap Mahasiswi terhadap HIV dan AIDS di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 3(2), 86-89. DOI: 10.31970/ma.v2i1.47
  4. Kamaruddin, M., Hasrawati, Usmia, S., Jusni, Misnawaty, & Handayani, I. (2019). Korelasi antara Status Gizi dan Kadar Hemoglobin pada Kejadian Anemia Ibu Hamil Trimester III. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 1(2), 77–82.
  5. Kamaruddin, M., Purnamasari, D., Fitriani. (2021). Pengetahuan dan Sikap Siswi Menengah Pertama tentang Dismenore di Bulukumba. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 3(2), 86-89. DOI: 10.31970/ma.v3i2.79
  6. Kamaruddin, M., Usmia, S. (2019). Deskripsi Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester III tentang Senam Hamil. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 1(2), 45-49
  7. Khusna, Riyadhotul. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Di Puskesmas Pegandan Kota Semarang. [Skripsi]. Semarang: Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.
  8. Kusmiwiyati, A., & Triningsih, R. W. (2018). Hubungan Pijat Oksitosin Dengan Penurunan TFU dan Pengeluaran Lochea pada Ibu Postpartum Normal. Jurnal Kebidanan, X(2), 60–69.
  9. Lothian, J. A. (2019). Healthy Birth Practice #4: Avoid Interventions Unless They Are Medically Necessary. The Journal of Perinatal Education, 28(2), 94–103. http://dx.doi.org/10.1891/1058-1243.28.2.94
  10. Mugiati dan El Rahmayati (2020). Analisis Pelaksanaan Pelayanan Antenatal pada Masa Pandemi CoViD-19. Jurnal Kesehatan, 2(1), 147-155
  11. Notoadmodjo, S. (2012). Metodelogi Penelitian Kesehatan, Jakarta: PT .Rineka Cipta.
  12. Triananinsi, N., Syarif, S., & Kamaruddin, M. (2021). Pijat Oksitosin Mempengaruhi Kelancaran ASI. Jurnal Antar Pengabmas. 4(2), 5.
  13. Usmia, S., Haerani, Wahyuni, S., Misriyani, Kamaruddin, M. (2020). Deskripsi Pengetahuan Ibu tentang KB Suntk 3 Bulan (Depo Progestin) di Puskesmas Bontobahari, Bulukumba. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 2(2), 179-186. DOI: 10.31970/ma.v2i2.53
  14. Zhu H, Wang L, Fang C, Peng S, Zhang L, Chang G, et al. Clinical analysis of 10 neonates born to mothers with 2019- nCoV pneumonia. Transl Pediatr 2020;9:51-60. Available at: http://tp.amegroups.com/article/view/35919/28274. Retrieved February 21, 2020.

Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Kebidanan Malahayati

Policies

Submissions

Other

Focus and Scope
Section Policies
Peer Review Process
Publication Frequency
Open Access Policy
Online Submissions
Author Guidelines
Copyright Notice
Privacy Statement
Author Fees
Journal Sponsorship
Journal History
Site Map
About this Publishing System
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)